My World

WELCOME TO MY WORLD Jl. KH Mas Mansyur Bendan Gang Gotong Royong 1 No. 21, Pekalogan

Minggu, 09 Desember 2012

TQM of Education


BAB II
Memahami Konsep Mutu
Mutu sebagai konsep yang Absolut
            Sebagai konsep yang absolut, mutu sama halnya dengan sifat baik, cantik, dan benar, merupakan suatu idealisme yang tidak dapat dikompromikan. Dalam definisi yang absolut, sesuatu yang bermutu merupakan bagian dari standar yang sangat tinggi yang tidak dapat diungguli.
            Produk-produk yang bermutu adalah sesuatu yang dibuat dengan sempurna dan dengan biaya yang mahal. Produk-produk tersebut dapat dinilai serta membuat puas dan bangga para pemiliknya. Seperti sebuah mobil yang bermutu adalah mobil hasil rancangan istimewa, mahal dan memiliki interior dari kulit. Dalam hal ini, langka dan mahal adalah dua nilai penting dalam definisi mutu. Mutu dalam pandangan ini digunakan untuk menyampaikan keunggulan status dan posisi, serta kepemilikan terhadap narang yang memiliki mutu, akan berbeda dari orang lain yang tidak mampu memilikinya.
            Sebenarnya, mutu dalam pengertian yang sedemikian, lebih tepat disebut sebagai High Quality atau Top Quality (Mutu Tinggi). Gagasan-gagasan absolut tentang mutu tinggi hanya sedikit bersinggungan dengan konsep TQM. Makna absolut tersebut hanya ada dalam diskusi tentang TQM. Oleh karena itu, ketika mutu diarahkan kepada hal yang bersifat teknis, TQM tetap merasakan aura kemewahan dan statusnya.
            Penggunaan bahasa yang halus dan sublimminal iini dapat bermanfaat bagi tujuan-tujuan Publics Relations, dan dapat membantu suatu institsi pendidikan mempromosikan ide-ide tentang mutu. Dalam hal ini juga menunjukkan bahwa meraih mutu adalah hasil dari upaya yang memperlihatkan standar-standar tinggi.

Konsep Relatif tentang Mutu
            Mutu juga dapat digunakan sebagai suatu konsep yang relatif. Pengertian ini digunakan dalam TQM. Definisi relatif dalam TQM tersebut memandang mutu bukan sebagai atribut atau layanan, tetapi sesuatu yang berasal dari produk atau layanan tersebut. Produk yang memiliki mutu, dalam konsep relatif ini tidak harus mahal dan eksklusif.
            Definisi relatif tentang mutu memiliki dua aspek, yaitu (1) menyesuaikan diri dengan spesifikasi, dan (2) memenuhi kebutuhan pelanggan. Definisi relatif tersebut, biasa disebut dengan mutu sesungguhnya (quality in fact). Mutu sesungguhnya merupakan dasar sistem jaminan mutu yang dianggap sesuai dengan British Standards Institution dalam standar BS5750 atau standar internasional identik dengan ISO9000.
Mutu dapat didefinisikan sebagai sesuatu yang memuaskan dan melampaui keinginan dan kebutuhan pelanggan. Definisi ini disebut juga dengan istilah, mutu sesuai persepsi (quality in perception). Tom Peters, dalam Thriving On Chaos, membicarakan tentang peran penting pelanggan dalam menentukan mutu dengan menekankan bahwa sebuah mutu yang dirasa (perceived quality) dari sebuah produk bisnis atau jasa adalah faktor utama yang mempengaruhi kesuksesan produk atau jasa tersebut.
            Peters bependapat bahwa mutu yang didefinisikan oleh pelanggan jauh lebih penting dibandingkan harga dalam menentukan permintaan barang dan jasa. Peters menemukan kenyataan bahwa pelanggan akan selalu membayar lebih untuk mutu yang baik, tanpa menghiraukan tipe produknya.
Rounded Rectangle: Standar Pelanggan
Kepuasan Pelanggan.
Memenuhi kebutuhan Pelanggan.
Menyenangkan Pelanggan.
Rounded Rectangle: Standar Produk dan Jasa
Kesesuaian dengan Spesifikasi.
Kesesuaian dengan Tujuan dan Manfaat.
Tanpa cacat (Zero Defects).
Selalu baik sejak awal.
Kontrol Mutu, Jaminan Mutu, dan Mutu Terpadu.
            Kontrol mutu secara historis merupakan konsep mutu yang paling tua. Ia melibatkan deteksi ddan eliminasi komponen-komponen atau produk gagal yang tidak sesuai dengan standar. Ini merupakan sebuah proses pasca produksi yang melacak dan menolak item-item yang cacat. Kontrol mutu biasanya dilakukan dengan metode Inspeksi dan Pemeriksaan, dan telah digunakan dalam pendidikan untuk memeriksa standar-standar pendidikan yang telah atau belum terpenuhi.
            Jaminan mutu merupakan metode yang digunakan untuk mencegah terjadinya kesalahan sejak awal proses produksi. Jaminan mutu didesain untuk menjamin bahwa proses produksi menghasilkan produk yang memenuhi spesifikasi yang telah ditetapkan sebelumnya.
            Menurut Philip B. Crosby, tujuan dari jaminan mutu adalah menciptakan produk tanpa cacat (Zero Defects). Selain itu, jaminan mutu merupakan pemenuhan spesifikasi produk yang selalu baik sejak awal (right first time every time). Jaminan mutu lebih menekankan tanggung jawab tenaga kerja dibandingkan inspeksi kontrol mutu, meskipun sebenarnya inspeksi tersebut juga memiliki peranan dalam jaminan mutu.
            Mutu terpadu (TQM) merupakan perluasan dan pengembangan dari jaminan mutu. TQM adalah usaha untuk menciptakan sebuah kultur mutu, yang mendorong semua anggota stafnya untuk memuaskan pelanggan.
            Konsep mutu terpadu disesuaikan dengan perubahan harapan dan gaya pelanggan dengan cara mendesain produk dan jasa yang memenuhi dan dan memuaskan mereka. Dengan memuaskan pelanggan, bisa dipastikan bahwa mereka akan kembali lagi dan memberitahu teman-temannya tentang produk atau layanan tersebut. Ini disebut dengan istilah mutu yang menjual  (sell-on quality).
Produk dari Pendidikan
            Dalam memahami suatu mutu, terdapat dua alasan yang sangat fundamental, yaitu : Produk dan Pelanggan. Dalam hal ini kita akan membahas mengenai produk dari pendidikan.
            Produk adalah sebuah subjek dari proses jaminan mutu, dalam hal ini produsen harus mampu menentukan dan mengontrol sumber persediaan. Proses selanjutnya bahan mentah harus melewati sebuah atau beberapa proses standar yang telah ditetapkan, dan hasil produksi harus mampu memenuhi spesifikasi  yang ditetapkan dan didefinisikan sebelumnya.
            Dalam hal pendidikan, menghasilkan pelajar dengan standar jaminan tertentu adalah hal yang mustahil. Menurut Lynton Gray, ia mengemukakan bahwa Manusia tidak sama, dan mereka berada dalam situasi pendidikan dengan pengalaman, emosi, dan opini yang tidak bisa disama ratakan.
            Menilai mutu pendidikan sangat berbeda dari memeriksa hasil produksi pabrik atau menilai sebuah jasa. Ide tentang pelajar sebagai produk menghilangkan kompleksitas proses belajar dan keunikan dari setiap individu pelajar.
Mutu Jasa (Service Quality)
            Karakteristik mutu jasa sulit didefinisikan dari pada mendefinisikan mutu produk, karena karakteristik mutu jasa mencakup beberapa elemen subjek yang penting.
            Jasa sangat berbeda dari produksi dalam hal metode. Ada beberapa perbedaan penting antara pemberian jasa dan penciptaan barang. Perbedaannya antara lain :
1.      Jasa terjadi karena adanya hubungan kedekatan antara pelanggan dan pemberi jasa.
2.      Jasa harus mampu memberikan pelayanan yang tepat waktu.
3.      Jasa harus memiliki standarisasi selalu baik sejak awal.
4.      Jasa selalu berada dalam posisi ketidakpastian.
5.      Staf junior merupakan kunci utama dari kesuksesan jasa tersebut.
6.      Terdapat kesulitan dalam mengukur tingkat keberhasilan dari sebuah jasa.
Tujuan utama dari analisis mutu adalah melihat pendidikan sebagai industri jasa dari pada sebuah proses produksi. Pandangan seperti ini sangat membutuhkan sebuah institusi untuk mendefinisikan jasa dan standar mutu yang akan mereka berikan.
Pendidikan dan Pelanggannya
Setelah kita mampu mendefinisikan institusi pendidikan sebagai pemberi jasa, maka sekarang saatnya untuk mendefinisikan pengertian pelanggan. Bentuk jasa dalam pendidikan, antara lain : pemberian beasiswa, penilaian dan bimbingan bagi para pelajar, para orang tua, dan para sponsor mereka.
Dalam konteks pendidikan, kita memberi arti pelanggan sebagai Klien, Pelajar, atau Siswa. Dalam pendidikan penggunaan kata Pelanggan dibedakan menjadi tiga, yaitu : Pelanggan utama (Pelajar/penerima jasa), Pelanggan kedua (Orang tua, Birokrasi, sponsor), dan Pelanggan ketiga (Pemerintah dan Masyarakat).
            Keragaman pelanggan tersebut membuat seluruh institusi pendidikan harus lebih memfokuskan perhatian mereka pada keinginan para pelanggan dan mengembangkan mekanisme untuk merespon mereka.

Pelanggan Internal dan Eksternal dalam pendidikan
            Dalam konteks pendidikan terdapat dua macam pelanggan, yaitu Internal dan Eksternal, Pelanggan Internal adalah para Staf dan Tenaga Kependidikan, sedangkan pelanggan Eksternal adalah Pelajar, Orang tua siswa, Birokrasi, Pemerintah, dsb.
            Dalam mengoptimalkan pelayanan terhadap Pelanggan (Eksternal), maka dibutuhkan adanya koordinasi dengan para Staf (Pelanggan Internal). Hubungan Internal yang kurang baik akan menghalangi perkembangan institusi, dan akhirnya akan membuat pelanggan eksternal menderita.
            Salah satu tujuan TQM adalah untuk merubah institusi yang mengopersikannya menjadi sebuah tim yang Ikhlas, tanpa konflik, dan kompetisi internal, untuk meraih sebuah tujuan tunggal yaitu Kepuasan Pelanggan.
Rounded Rectangle: Pelanggan Pendidikan
Pendidikan  : Jasa
(nilai tambah yang diberikan pada pelajar)  
Pelajar : Pelanggan atau Klien Eksternal Utama
Orang Tua/Kepala Daerah/Sponsor : Pelanggan Eksternal Kedua
Pemerintah/Masyarakat/Bursa Kerja : Pelanggan Eksternal Ketiga
Guru/Staf/Tenaga Kependidikan : Pelanggan Internal
Mempertemukan Kebutuhan Pelanggan yang Bervariasi
            Pandangan dan kebutuhan dari setiap kelompok pelanggan (Internal dan Eksternal), tidak selalu sama terutama dalam sebuah institusi pendidikan yang besar dan kompleks. Konflik kepentingan yang potensial dan aktual akan selalu ada. Salah satu metode terbaik untuk memecahkan perbedaan kepentingan adalah mengenali eksistensi mereka dan mencari inti dari isu-isu yang besar.
            Terkadang sulit untuk memastikan bahwa sudut pandang yang paling penting dalam institusi pendidikan adalah sudut pandang pelajar. Namun ada kekuatan lain yang berhadapan dengan sudut pandang tersebut, yaitu proses dan mekanisme dana. Ketika kebutuhan pelajar dan mekanisme dana bertemu, institusi pendidikan akan merasa kesulitan untuk mendahulukan pelajar. Hal utama yang menjadi penyebabnya adalah cara kerja mekanisme dana yang menekankan efisiensi dalam mencapai mutu menurut mekanisme dana tidak selamanya sesuai dengan mutu yang diharapkan pelanggan.
            Dalam hal ini TQM hanya memastikan bahwa proses institusi harus menempatkan sudut pandang pelajar sebagai pusat dari setiap proses perencanaan strategis. Pendekatan TQM menjamin pentingnya institusi menyadari isu-isu tersebut.
             Kebutuhan dan gagasan para pelajar seharusnya menjadi fokus utama dari setiap institusi pendidikan. Akan tetapi, hal ini tidak berarti bahwa pandangan kelompok lainnya diabaikan. Pandangan mereka juga tetap diperhitungkan. Namun, dalam hal ini Pelajar adalah alasan berdirinya sebuah institusi pendidikan dan reputasi institusi pendidikan it sendiri ada di pundak para pelajar.

Senin, 09 April 2012

Ilmu Tentang Pencipta

A.      Materi Hadits
عن عبد الله قال : كان نبي الله صلى الله عليه وسلم اذا امسى قال امسينا و امسى الملك لله "والحمد لله لا اله الا الله وحده لا شريك له"  قال اراه قال فيهن  "له الملك وله الحمد وهو على كل شيء قدير رب اسالك خير ما في هده الليلة وخير ما بعدها واعوذبك من شر ما في هده الليلة و شر ما بعدها رب اعوذبك من الكسل وسوء الكبر رب اعوذبك من عذاب في النار وعذاب في القبر" واذا اصبح قال ذلك ايضا اصبحنا واصبح الملك لله.
﴿رواه مسلم في الصحيح, كتاب الذكر والدعاء والتوبة والاستغفار, باب التعوذ من شر ما عمل ومن شر ما لم يعمل﴾.
B.      Terjemah Hadits
Dari Abdullah r.a, berkata : Nabi Allah saw pada malam hari, (ia selalu terbangun untuk berdo’a hingga sepertiga malam) dan pada sepertiga malam adalah saat ketika  (kerajaan)  Allah (turun ke langit bumi), berdo’alah :
 " والحمد لله لا اله الا الله وحده لا شريك له " 
“( Puji syukur kehadirat Allah, tidak ada tuhan selain Allah, dan tidak ada sekutu bagi-Nya ) "
ada yang mengatakan, saya mendengar kata di dalamnya :
" له الملك وله الحمد وهو على كل شيء قدير رب اسالك خير ما في هده الليلة وخير ما بعدها واعوذبك من شر ما في هده الليلة و شر ما بعدها رب اعوذبك من الكسل وسوء الكبر رب اعوذبك من عذاب في النار وعذاب في القبر "
“(bagi-Nya Kerajaan, dan bagi-Nya pula pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu, Ya tuhanku, saya memohon untuk dilimpahkan segala kebaikan di malam ini, dan kebaikan di hari esok, dan aku memohon perlindungan dari kejahatan di malam ini dan kejahatan di hari esok, dan aku memohon perlindungan dari kemalasan dan kepikunan, dan aku memohon perlindungan dari siksa api neraka dan siksa kubur"(
dan jika kamu berdo’a saat itu juga kamu akan melihat kerajaan Allah (mengabulkannya).
(HR. Shahih Muslim, Kitab dzikir, do’a, taubat dan istighfar, bab Ta’awudz (memohon perlindungan) dari perbuatan yang telah dilakukan dan yang belum dilakukan). 1
1.       Syinqity Djamaludin dan H.M. Moechtar Zoerni, Ringkasan Shahih Muslim. (Bandung : Mizan, 2004), hlm 1099
C.     Mufrodat Hadits
Indonesia
عربيى

Pada malam hari
اذا امسى

ada yang mengatakan
قال اراه

saya mendengar kata di dalamnya
قال فيهن

Kebaikan
خير

Kejahatan
شر

Kemalasan
الكسل

Kepikunan
(menyia-nyiakan usia)
وسوء الكبر

siksa api neraka
عذاب في النار

dan siksa kubur
وعذاب في القبر
kerajaan  Allah
الملك لله
D.    Biografi Perawi.
1.      Abdillah bin Amr
Dia adalah seorang dari Abadilah yang faqih, ia memeluk agama Islam sebelum ayahnya, kemudian hijrah sebelum penaklukan Mekkah. Abdullah seorang ahli ibadah yang zuhud, banyak berpuasa dan shalat, sambil menekuni hadits Rasulullah Shallahllahu ‘alaihi Wassalam. Jumlah hadits yang ia riwayatkan mencapai 700 hadits, Sesudah minta izin Nabi Shallahu ‘alaihi Wassalam untuk menulis, ia mencatat hadits yang didengarnya dari Nabi. Mengenai hal ini Abu Hurairah berkata “ Tak ada seorangpun yang lebih hapal dariku mengenai hadits Rasulullah, kecuali Abdullah bin Amr bin al-Ash. Karena ia mencatat sedangkan aku tidak”.Abdullah bin Amr meriwayatkan hadits dari Umar, Abu Darda, Muadz bin Jabal, Abdurahman bin Auf, dan beberapa yang lain. Yang meriwayatkan darinya antara lain Abdullah bin Umar bin Al-Khatthab, as-Sa’ib bin Yazid, Sa’ad bin Al-Musayyab, Thawus, dan Ikrimah.Sanad paling shahih yang berpangkal darinya ialah yang diriwayatkan oleh Amr bin Syu’aib dari ayahnya dan kakeknya Abdullah.Abdullah bin Amr wafat pada tahun 63 H pada malam pengepungan Al-Fusthath. 2
2.       Subhi As Shalih, Membahas Ilmu Ilmu Hadits, ( Jakarta : Pustaka Firdaus, 2009), Hlm. 345
3.      Keterangan dan Hadits Pendukung
            Terdapat beberapa riwayat yang mencantumkan do’a memohon perlindungan, antara lain :
عن ابى هريرة رضي الله عنه ان رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : من قال : "لا اله الا الله وحده لا شريك له, له الملك وله الحمد وهو على كل شيء قدير", في يوم مائة مرة, كانت له عدل عشر رقاب, وكتبت له مائة حسنة, ومحيت عنه مائة سيئة, وكانت له حرزا من الشيطان, يومه ذلك حتى يمسي ولم يأت احد اقضل مما جاء به الا احد عمل اكسر من ذلك. ومن قال : "سبحان الله وبحمده", في يوم مائة مرة حطت خطاياه ولو كانت مثل زبد البحر.
﴿رواه مسلم في الصحيح, كتاب الذكر, باب فيمن قال : لا اله الا الله وحده لا شريك له, في يوم مائة مرة ﴾.
Dari Abu Hurairah r.a : Rasulullah saw, bersabda : “ Barang siapa membaca :
"لا اله الا الله وحده لا شريك له, له الملك وله الحمد وهو على كل شيء قدير"
 (Tidak ada tuhan selain Allah, dan tidak ada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya Kerajaan, dan bagi-Nya pula pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu).
Dalam sehari sepuluh kali, ia akan memperoleh pahala seperti memerdekakan sepuluh budak. Baginya dicatat seratus kebaikan, dan dihapus pula seratus kesalahannya. Dan bacaan itu menjadi pelindungnya dari setan pada hari itu sampai sore harinya. Juga tidak seorangpun yang dapat membawa pahala lebih banyak darinya, kecuali seseorang yang membacanya lebih dari pada itu.
Dan barang siapa membaca : "سبحان الله وبحمده"  (Maha Suci Allah lagi Maha Terpuji), dalam sehari seratus kali, maka digugurkanlah seluruh dosa-dosanya, walaupun sebanyak buih di lautan.
(HR. Shahih Muslim, Kitab dzikir, bab Barang siapa membaca "لا اله الا الله وحده لا شريك له")3
Dan juga dalam riwayat lain terdapat do’a memohon perlindungan, yaitu :
عن عنس بن مالك قال : كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول : " اللهم انى اعوذبك من العجز والكسل, والجبن والهرم والبخل واعوذبك من عذاب القبر "
﴿رواه مسلم في الصحيح, كتاب الدعاء, باب التعوذ من العجز والكسل﴾.
Dari Anas bin Malik r.a, berkata : Rasulullah saw, membaca doa :
"اللهم انى اعوذبك من العجز والكسل, والجبن والهرم والبخل واعوذبك من عذاب القبر ومن فتنت المحيا والممات"
(Ya Allah, sesungguhnya aku memohon perlindungan kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan, kepengecutan, kepikunan, dan kikir. Aku memohon perlindungan kepada-Mu dari siksa kubur, serta dari cobaan hidup dan mati ).
(HR. Shahih Muslim, Kitab do’a, bab Ta’awudz (memohon perlindungan) dari kelemahan dan kemalasan). 4
1.      Kemalasan
            Malas adalah penyakit mental. Rasa malas diartikan sebagai keengganan seseorang untuk melakukan sesuatu yang seharusnya atau sebaiknya dia lakukan.
Cara mencegah kemalasan, antara lain : 
a)      Merencanakan Tujuan Hidup.
b)      Mengasah Kemampuan.
c)      Pergaulan Dinamis.
d)      Disiplin Diri.
2.      Kepikunan.
Yang paling penting untuk dilakukan dan dicamkan ialah mengatasi kemunduran daya ingat atau memperlambat kepikunan dengan tetap membiarkan otak kita bekerja sesuai fungsinya.
Cara mencegah kepikunan, antara lain :
a)      Aktifkan otak dengan aktifitas belajar, membaca, ataupun menulis.
b)      Mengulang informasi yang baru untuk disimpan dalam ingatan.
c)      Berlatih memusatkan perhatian dan konsentrasi.
d)      Melakukan Rekreasi, dan kegiatan sosial.
e)      Menjaga kesehatan tubuh dengan pola hidup sehat seperti makan-makanan sehat, istirahat atau tidur cukup, hindari rokok dan alkohol. 5
3.      Perlindungan dari azab neraka dan siksa kubur.
Permintaan diselamatkan dari siksa neraka mengandung permintaan agar kita dibebaskan dari berbagai sebab yang menjerumuskan ke dalam neraka yaitu dengan dijauhkan dari berbagai perbuatan yang haram dan dosa, dan diberi petunjuk untuk meninggalkan perkara syubhat (yang masih samar) .
3. Syinqity Djamaludin dan H.M. Moechtar Zoerni, Ringkasan Shahih Muslim. (Bandung : Mizan, 2004), hlm 1099-1100.
4. Ibid, hlm 1102.
4.      Perlindungan dari fitnah hidup dan mati.
a)      Fitnah Kehidupan.
Dunia dengan segala isinya adalah fitnah yang banyak menipu manusia. Secara umum fitnah kehidupan dunia dapat dikategorikan menjadi tiga bentuk, yaitu: wanita, harta dan kekuasaan.
Manusia diciptakan Allah sebagai pemimpin yang harus memakmurkan bumi. Maka mereka harus menguasai dunia atau harta bukan dikuasai oleh harta.Sudah selayaknya seorang pemimpin memberi teladan tentang pengorbanan yang menyeluruh dengan segala harta yang dimiliki, sebagaimana sikap kesederhanaan yang dimiliki oleh Rasulullah saw.
b)      Fitnah kematian. 
Berlindung daripada Allah SWT fitnah di saat kematian dimaksudkan agar kita terhindar dari hasutan Iblis  ketika sakaratul maut karena di saat inilah keadaan yang kritis, tatkala Iblis dapat menghancurkan  aqidah orang tersebut. Orang yang beriman kepada Allah SWT, hendaklah senantiasa berdoa agar kita mati dalam keadaan khusnul khatimah (penutupan akhir hayat yang baik). Bukan dalam keadaan su'ul khatimah (penutup akhir hayat yang tidak baik). 6
E.     Aspek Tarbawi.
1.      Kita harus berusaha untuk menghindari kemalasan dan kepikunan karena dapat menjerumuskan kita pada hilangnya ilmu dan jauhnya kesuksesan di dunia dan di akhirat.
2.      Kemalasan dan kepikunan dapat pula menjerumuskan kita pada kebodohan dan berakhir pada kejumudan kita dalam melaksanakan amal ibadah kepada sang pencipta.
3.      Sehingga runtutan dari perkara diatas dapat menyebabkan kita terlena pada godaan kehidupan di dunia, siksaan saat kematian, alam kubur dan dakhitrat kelak, kita akan memperoleh siksa api neraka.
4.      Semoga Allah akan selalu melindungi kita dari segala hal yang terburuk bagi kehidupan di dunia dan akhirat kelak.